Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Monday, 16 November 2020

Kuliah Daring Kala Pandemi Virus Corona Menjadi Liku Kesuksesan Mahasiswa

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia hingga sekarang masih memegang predikat sebagai negara berkembang. Negara berkembang identik dengan banyaknya permasalahan yang ada terutama permasalahan penduduk negara itu sendiri yang masih belum bisa tuntas teratasi secara maksimal oleh pemerintah dan peran penduduk. Bertumpuknya masalah yang dipikul oleh Indonesia sekarang semakin bertambah dengan hadirnya virus corona (COVID-19). Munculnya virus corona di dunia ini diperkirakan sejak akhir bulan Agustus tahun 2019. Pertama kali muncul di Wuhan, China. Namun, China secara resmi melaporkan kepada WHO adanya virus corona pada 31 Desember 2019. Semua diluar dugaan, virus ini dengan cepat menyebar ke penjuru dunia hingga menjadikan wabah pandemi mematikan siapa saja yang terpapar. Virus corona (COVID-19) pertama kali masuk ke Indonesia sekitar awal bulan Maret tahun 2020. Dengan cepat virus ini menyebar ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia sendiri. Ancaman virus yang diilustrasikan berwana merah ini tidak bisa dianggap sebelah mata seakan meremehkan seperti penyakit biasa pada umumnya. Si kecil pencabut nyawa ini telah memakan banyak korban warga dunia, bayi hingga lansia menjadi santapannya. Seakan detik hidup berada digenggamannya.

Saturday, 7 November 2020

Hari Kelahiran Baginda Rasulullah saw.

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Hayy soobaatt..  Alhamdulillah kita ketemu lagi niihh, uhh kangen deh 珞
Tapi kali ini ada yang beda dari post sebelumnya. Karena kita memasuki bulan Rabiul Awal, jadi aku memutuskan untuk membahas tentang Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Yuk sob, langsung disimak penjelasannya yaa, sekalian sama-sama nambah ilmu. Okeh..

Umat Islam di seluruh dunia merayakan maulid Nabi Muhammad saw. dengan berbagai macam cara sesuai tradisi yang ada di tempatnya masing-masing. Indonesia sudah sejak lama memperingati kelahiran Rasulullah dan menjadikan sebagai hari libur nasional. Adapun sejarah singkatnya, sebagai berikut:

Sunday, 23 November 2014

Sejarah Candi Borobudur




Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia,sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Sejarah Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor




Bandara ini dibangun kembali pada mulanya oleh pemerintahan pendudukan Jepang pada tahun 1944 dan terletak disebelah utara Jalan Jend. Ahmad Yani Km 25 Kecamatan Landasan Ulin,Banjarbaru. Tepatnya pada posisi koordinat 03 270 S 114 450 E, serta pada masa itu hanya memiliki ukuran landasan panjang 2.220 meter dan lebar 45 meter.

Sejarah Kota Banjarbaru



Kota Banjarbaru adalah salah satu kota di provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Kota Banjarbaru dahulu merupakan sebuah kota administratif yang dimekarkan dari Kabupaten Banjar. Jauh di masa sebelumnya sebagian besar wilayahnya merupakan Kawedanan Ulin di dalam Kabupaten Banjar.
Kota Banjarbaru berdiri pada tanggal 20 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1999. Kota Banjarbaru memiliki luas wilayah 371,30 km² (37.130 ha) atau 3,8 x luas Banjarmasin atau ½ luas Jakarta. Seluruh wilayah Kota Banjarbaru merupakan bagian dari kawasan perkotaan Banjar Bakula. Banjarbaru terbagi atas 5 kecamatan dan 12 kelurahan.

Geografi

Sejarah Pembentukan Kabupaten Banjar



Sejak tahun 1826 dibuat perjanjian perbatasan antara Sultan Adam dengan pemerintah Hindia Belanda. Pada tahun 1835 sewaktu pemerintahan Sultan Adam Alwasiqubillah telah dibuat untuk pertama kalinya ketetapan hukum tertulis dalam menerapkan hukum Islam di Kesultanan Banjar yang dikenal dengan Undang-Undang Sultan Adam. Tahun 1855, daerah Kesultanan Banjarmasin merupakan sebagian dari De zuider-afdeeling van Borneo termasuk sebagian daerah Dusun (Tamiang Layang) dan sebagian Tanah Laut.
Dari beberapa sumber disebutkan ada beberapa tempat yang menjadi kedudukan raja (istana pribadi Sultan) setelah pindah ke Martapura, seperti Kayu Tangi, Karang Intan dan Sungai Mesa. Tetapi dalam beberapa perjanjian antara Sultan Banjar dan Belanda, penanda tanganan di Bumi Kencana. Begitu juga dalam surat menyurat ditujukan kepada Sultan di Bumi Kencana Martapura. Jadi Keraton Bumi Kencana Martapura adalah pusat pemerintahan (istana kenegaraan) untuk melakukan aktivitas kerajaan secara formal sampai dihapuskannya Kesultanan Banjar oleh Belanda pada tanggal 11 Juni 1860.

Thursday, 6 November 2014

Kuil Sejuta Botol

Dari jutaan botol beling yang disusun, jadilah sebuah kuil yang unik. Namanya kuil Wat Pa Maha Kaew Chedio  atau Kuil Sejuta Botol.

 
Kuil Wat Pa Maha Kaew Chedio terletak di Provinsi Sisaket, sekitar 370 km sebelah timur laut dari Bangkok, Thailand. Penduduk setempat sering menyebutnya Wat Lan Kuad  yang berarti Kuil Sejuta Botol .

sejarah NU

Sejarah

Keterbelakangan baik secara mental, maupun ekonomi yang dialami bangsa Indonesia, akibat penjajahan maupun akibat kungkungan tradisi, telah menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa ini, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Gerakan yang muncul 1908 tersebut dikenal dengan "Kebangkitan Nasional". Semangat kebangkitan memang terus menyebar ke mana-mana - setelah rakyat pribumi sadar terhadap penderitaan dan ketertinggalannya dengan bangsa lain. Sebagai jawabannya, muncullah berbagai organisasi pendidikan dan pembebasan.
Kalangan pesantren yang selama ini gigih melawan kolonialisme, merespon kebangkitan nasional tersebut dengan membentuk organisasi pergerakan, seperti Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) pada 1916. Kemudian pada tahun 1918 didirikan Taswirul Afkar atau dikenal juga dengan "Nahdlatul Fikri" (kebangkitan pemikiran), sebagai wahana pendidikan sosial politik kaum dan keagamaan kaum santri. Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar, (pergerakan kaum saudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Dengan adanya Nahdlatul Tujjar itu, maka Taswirul Afkar, selain tampil sebagai kelompok studi juga menjadi lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota.
Berangkan komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kyai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh K.H. Hasyim Asy'ari sebagai Rais Akbar.
Untuk menegaskan prisip dasar organisasi ini, maka K.H. Hasyim Asy'ari merumuskan kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I'tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam khittah NU, yang dijadikan sebagai dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

sejarah Muhammadiyah

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW, sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.
Tujuan utama Muhammadiyah adalah mengembalikan seluruh penyimpangan yang terjadi dalam proses dakwah. Penyimpangan ini sering menyebabkan ajaran Islam bercampur-baur dengan kebiasaan di daerah tertentu dengan alasan adaptasi.

Sejarah Masjid Agung Al-Karomah, Martapura

Kota Martapura adalah ibukota Kabupaten Banjar, provinsi Kalimantan Selatan. Kota yang terkenal didalam dan diluar negeri dengan produki intan-nya. Dengan ke kayaan alam dari hasil pertambangan intan tersebut tak mengherankan bila Kota Martapura yang hanya sebuah ibukota kabupaten tersebut memiliki masjid yang begitu mewah dan megah di pusat kota nya tak jauh dari pasar intan di kota tersebut. Masjid Agung Al-Karomah di klaim sebagai masjid terbesar di Kalimantan Selatan.




 


Masjid Agung Al-Karomah pada awalnya bernama Masjid Jami’ Martapura. Dibangun dari bahan Kayu Ulin (kayu besi) dengan bentuk bangunan meniru bangunan Masjid Agung Demak. Dengan atap limasan bersusun tiga bukan seperti bentuknya yang sekarang.

Lokasi Masjid Agung Al-Karomah Martapura

Masjid Agung Al-Karomah terletak di Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, dapat dicapai selama +/- 1 jam perjalanan dari kota Kota Banjarmasin atau 1/2 jam jika dari bandar udara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Berada di pinggir jalan trans Kalimantan ruas Kalimantan Selatan-Kaltim, beseberangan dengan Perkantoran Sekretariat Daerah Kabupaten Banjar yang juga Kantor Bupati Banjar di pusat Kota Martapura.

Asal Usul Candi Agung di Amuntai


Candi Agung adalah sebuah situs candi Hindu berukuran kecil yang terdapat di Desa Sungai Malang, kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Candi ini diperkirakan peninggalan Kerajaan Negara Dipa yang keberadaannya sejaman dengan Kerajaan Majapahit. 
Candi Agung Amuntai merupakan peninggalan Kerajaan Negaradipa Khuripan yang dibangun oleh Empu Jatmika abad ke XIV Masehi. Dari kerajaan ini akhirnya melahirkan Kerajaan Daha di Negara dan Kerajaan Banjarmasin. Menurut cerita, Kerajaan Hindu Negaradipa berdiri tahun 1438 di persimpangan tiga aliran sungai. Tabalong, Balangan, dan Negara. Cikal bakal Kerajaan Banjar itu diperintah oleh Pangeran Suryanata dan Putri Junjung Buih dengan kepala pemerintahan Patih Lambung Mangkurat. Negaradipa kemudian berkembang menjadi Kota Amuntai. Candi Agung diperkirakan telah berusia 740 tahun. Bahan material Candi Agung ini didominasi oleh batu dan kayu. Kondisinya masih sangat kokoh. Di candi ini juga ditemukan beberapa benda peninggalan sejarah yang usianya kira-kira sekitar 200 tahun SM. Batu yang digunakan untuk mendirikan Candi ini pun masih terdapat disana. Batunya sekilas mirip sekali dengan batu bata merah. Namun bila disentuh terdapat perbedaannya,  lebih berat dan lebih kuat dari bata merah biasa.
Sebuah hikayat Banjar yang diwariskan secara tutur Lisan ( tutur candi ) yang sampai saat ini masih dipercayai oleh sebagian masyarakat banjar. Orang-orang yang sudah berpikiran modern meaanggap itu hanya sebuah dongeng dan bagi masyarakat awam kejadian yang diluar akal manusia seperti kesurupan dan lain-lain biasa dikaitkan dengan hikayat banjar ini. Tapi berdasarkan prasasti yang satu-satunya ditemukan di Banjarmasin kemudian mahasiswa Sejarah menggali dan menelusuri wilayah-wilayah yang sesuai dengan hikayat banjar maka ditemukanlah candi Agung ( Amuntai ) dan Candi Laras ( Margasari rantau).